Kisah tentang perjalanan hidup seperti biografi atau memoar selalu menarik untuk dibaca. Begitu pula buku satu yang berjudul Kenangan yang Terbakar ini. Buku solo pertama karya Iryani Syahrir ini berkisah tentang perjalanan drh. Liang Kaspe saat bertugas di Kebun Binatang Surabaya.
Membaca judulnya membuatku berpikir. Ternyata, aku menemukan jawabannya di prolog. Buku ini dibuka oleh kejadian yang menggemparkan di Surabaya: terbakarnya rumah drh. Liang Kaspe yang merenggut nyawa beberapa anjing kesayangannya pada Desember 2023. Baru membaca beberapa halaman, air mataku pun menetes tak tertahankan.
Kenal Lebih Dekat dengan sang Dokter
Kisah kemudian bergulir dari masa kecil drh. Liang Kaspe hingga perjalanannya menjadi dokter hewan di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Dokter hewan legendaris Surabaya ini terkenal galak pada para pemilik pasiennya. Ternyata, ia hanya galak pada para pemilik hewan yang tidak mengurus piaraannya dengan baik. Dokter Liang ternyata sangat lembut dan penyayang, penuh perhatian pada setiap pasiennya.
Hal itu terbukti dari cerita selanjutnya. Berbagai kejutan manis muncul di setiap bab. Terlihat jelas kasih sayang drh. Liang pada para hewan yang ada di KBS. Ada cerita saat drh. Liang mengawal lahirnya bayi kuda nil, saat membedah harimau yang terluka, bahkan momen memukau saat pertama kali drh. Liang melihat jerapah melahirkan.
Perjalanan drh. Liang saat memulai kariernya di KBS terlukiskan dengan manis. Interaksi hangat drh. Liang dengan rekan kerjanya di KBS membuat buku ini semakin menarik. Momen lucu dan seru di sana sini membuatku tersenyum dan tertawa sendirian.
Yang paling memikat adalah melihat hubungan drh. Liang dengan para satwa. Winggo, singa yang lahir di tangannya, memiliki ikatan kuat dengan sang dokter. Hubungannya dengan Manis, gajah kesayangannya, juga terasa begitu lekat dan intim. Ini membuktikan ketulusan drh. Liang dalam merawat setiap satwa yang ada. Keindahan cinta drh. Liang kepada para sahabatnya dari alam liar terasa begitu sepenuh hati.
Haru Biru Menyatu
Iryani Syahrir menuturkan kisah dalam buku ini dari sudut pandang orang pertama, aku; sebagai drh. Liang. Kisah yang langsung didengarnya dari sang dokter dituangkan dalam bahasa yang akrab, membuat pembaca merasa sangat dekat dengan drh. Liang.
Ada banyak momen yang membuat haru, ada juga yang membuat tertawa. Buku ini bisa habis dibaca sekali duduk hanya karena kisahnya begitu mencekat, menawan hati. Dari tangan Iryani, kisah dokter Liang Kaspe menjadi sebuah memoar yang hangat.
Pengabdian drh. Liang dalam kariernya sungguh luar biasa. Buku ini telah mengabadikannya dengan sempurna. Sejarah KBS tak akan sama tanpa drh. Liang Kaspe. Kebun binatang yang tadinya hanya sekadar tempat wisata, berubah dalam sekejab—menjadi dunia unik penuh cerita.
Ia bisa mengenaliku hanya dengan mencium jemariku, lalu memasukkan jari telunjukku ke dalam mulutnya. Bayi singa jantan itu kuberi nama Winggo. ~drh. Liang Kaspe, Kenangan yang Terbakar.
Foto-foto yang ada dalam buku ini diambil dari yang tersisa setelah kebakaran. Semakin pedih rasanya di hati, ketika membaca lebih jauh dan tahu bahwa yang telah hangus terbakar menyimpan cerita indah lainnya.
Kenangan yang Menjadi Abadi
Dikutip dari Cesare Pavese, seorang novelis dan penulis puisi Itali: "Kita tidak mengingat hari, kita mengingat momen", sungguh terasa berharga apa yang tertulis dalam buku ini. Hanya kenanganlah yang akan menjadi abadi, ketika semua yang tersisa nyaris lenyap.
Buku ini tidak hanya sekadar cerita, melainkan sejarah. Aku membayangkan buku ini bisa dibaca oleh anak-anak di seluruh Indonesia, para pejabat, para pecinta satwa, dan semuanya; semuanya. Buku yang akan dipeluk oleh mereka saat selesai membacanya.
"Kenangan adalah apa yang menghangatkanmu dari dalam." ~Haruki Murakami
Dari buku Kenangan yang Terbakar, kita akan belajar tentang ketulusan hati. Cinta itu tidak untuk diperdebatkan, bisa untuk siapa saja, apa saja. Ketika kasih sayang sudah mengambil alih, tidak ada yang bisa meragukannya. Dan dalam hubungan tulus antara manusia dan satwa, para satwa itulah yang akan memberikan kesaksiannya. Mereka yang tahu seberapa dalam cinta yang diberikan.
Kita juga akan belajar tentang pengabdian tanpa pamrih. Dokter Liang membuktikan bahwa sebuah dedikasi tidak akan tergoyahkan oleh apa pun. Kisah itu dibuktikan dengan buku ini. Biarlah kenangan yang bicara.
Judul buku: Kenangan yang TerbakarPenulis: Iryani SyahrirPenerbit: Padmedia PublisherPenyunting: Indria PramuhapsariCetakan Pertama, Juni 2024
xv+214 halaman, 14x20cm
Soft cover, paperbook
#windyeffendy #resensibuku #kenanganyangterbakar #iryanisyahrir #padmediapublisher
No comments
Post a Comment